Apa yang akan kamu
lakukan jika hidupmu divonis tinggal delapan bulan lagi?
Apa yang akan kamu
lakukan jika kamu tahu semua cita-cita yang kamu mimpikan akan hancur terkubur hanya
karena satu kata: KANKER.
Menghadirkan sebuah
perjuangan hidup seorang gadis pengidap kanker paru-paru bernama Mia (Tatjana
Saphira), film garapan sutradara sekaligus suami dari artis Wulan Guritno, (Adilla
Dimitri) ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi lewat film berjudul
‘I am Hope’.
Pada 23 Februari
lalu, saya dan beberapa teman blogger yang tergabung dalam Koalisi Online
Pesona Indonesia (KOPI) Medan, berkesempatan untuk nonton bareng film ‘I am
Hope’ sekaligus meet and greet dengan sutradara dan para pemain.
(Meet and Greet dengan kru dan pemain film ‘I am Hope’ di Hermes XXI
Medan)
Naskah yang
dikerjakan oleh Adilla dan temannya Renaldo Samsara, mengisahkan tentang Mia yang
hanya tinggal berdua dengan Ayahnya (Tio Pakusadewo) setelah kepergian sang Ibu
(Feby Febiola) yang menderita penyakit kanker. Hari-hari mereka jalani dengan
sederhana dan bahagia, hingga suatu hari di usia 23 tahun Mia divonis penyakit
yang sama dengan yang telah merenggut nyawa ibunya.
Adegan yang membuat
saya tak sadar menangis ketika menonton film ini adalah saat melihat reaksi
sang Ayah begitu mengetahui bahwa putri kesayangannya ternyata mengidap kanker.
Saya pribadi
mengetahui betul bagaimana perasaan sang Ayah saat itu karena 2 tahun yang lalu
saya juga telah kehilangan salah satu anggota keluarga yang sangat saya sayangi
karena penyakit tersebut. Rasa terpukul dan sedih saat itu juga seolah
menghipnotis saya sehingga air mata pun tak henti berlinang.
Jalan cerita dan
musik pengiring yang dikemas dengan sangat apik mampu menghanyutkan para
penonton menikmati setiap adegan, bahkan momen yang paling saya suka disaat Tio
pakusadewo dan Tatjana menyanyikan lagu ‘Kidung’-nya Chrisye saat ulang tahun
Mia dengan petikan gitar dan latar sederhana: sepiring kue di ruang tamu dan sepasang
Ayah dan Anak yang tampak hidup bahagia, bernyanyi berdua.
Tokoh-tokoh lain
dalam film ini juga sangat menunjang jalannya cerita. Seperti saat kondisi
emosional Mia menurun, sosok Maia (Alessandra Usman) teman imajiner Mia muncul
untuk memberikan semangat padanya. Lalu ada David (Fahry Albar), lelaki yang
hanya melakukan sesuatu yang ia sukai, begitu peduli pada Mia dan membantu Mia
mewujudkan mimpinya.
(Maia dan Mia, cuplikan film I am Hope)
Ada yang menarik
dari judul film yang diproduseri oleh Wulan Guritno ini, yaitu kata ‘I am Hope’
yang dalam bahasa Indonesia diartikan: ‘aku adalah harapan’. Kalimat itu seolah
menyatakan jika ‘harapan’ adalah benda yang hidup, nyata, dan bisa berdiri
sendiri. Harapan Mia yang muncul dalam sosok Maia adalah bukti jika harapan itu
bisa membuat seseorang bangkit meski dia dalam titik terendah sekalipun, karena
Ibu Mia selalu berpesan “dimana ada keberanian disitu ada harapan”.
Ketotalan akting
pemain dan dukungan untuk film ini bisa dilihat dari banyaknya artis-artis yang
terlibat dalam penggarapannya, sebut saja Aryo Wahab, Fauzi Badilla, Janna
Soekasah dan Amanda Soekasah, Ray Sahetapi, Kenes Andari. Kemudian ada pula
artis-artis pendukung yang memang tampil hanya sepersekian detik tapi sangat
menunjukkan kontribusinya seperti Aming, Prisia Nasution, Sandra Dewi, dan
masih banyak lagi.
Secara keseluruhan
‘I am Hope’ merupakan film yang layak direkomendasi untuk ditonton. Bukan hanya
dari segi hiburan dan tampilan yang bagus, melainkan juga tujuan mulia dari
pembuatan film sebagai aksi sosial untuk memperjuangkan para pengidap dan
pejuang kanker yang ada di Indonesia.
I am Hope adalah
perjuangan. I am Hope butuh dukungan dari kita semua agar pesan yang
disampaikan melalui filmnya dapat tersalurkan kepada dunia bahwa harapan selalu
ada, bahkan untuk seorang pengidap kanker. Mari terus dukung para pejuang
kanker dengan menonton film I am Hope. Saya yakin dan percaya dengan mendukung
film I am Hope akan menjadi jalan terang bagi seluruh survivors dan warriors kanker
Indonesia hingga ke seluruh dunia. Yuk nonton!
Azimi Denisa Mariz –
Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) Medan
Selasa 23 Februari
2016
@Hermes XXI Cinema –
Medan



Huhuhuhu T.T poto bareng artis ciyeeee
BalasHapusMemanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ini mah.hihih. jangan nangis cak nanti kukirimkan bekas sidik jari fahri albar di tanganku wkwkwk.
HapusHayuk ditonton film 'I am Hope'nya, Bagus loh.Ajak juga teman-teman untuk nonton film ini ya karena keuntungan film akan didonasikan untuk penderita kanker.
Si mimi brarti udah 2 hari ga cuci tangan... T.T ampunilah dosa temanku ini ya Allah..
HapusOkay baiklah minggu depan siap bermelow ria nonton Im Hope T.T
Ya ampuun Fachri Albar.. Dia salah satu aktor indo paporit aku setelah Fedi Nuril ㅠ.ㅠ
BalasHapusyak! hayuk ditonton kalo gituu
HapusWah..daebak eonni...fighting...
BalasHapus